Halaman

Selasa, 29 Mei 2012

Kematian Sisupala di tangan Krisna


ÚIÚUPÀLA menemui ajal
Banyak raja dan åûi yang telah berkumpul pada upacara istimewa (Ràjasùya) yang dilakukan oleh Yudhiûþhira. Akan tetapi dengan mengabaikan yang lainnya, persembahan yang pertama ditujukan kepada Kåûóa.

Salwa Gugur di tangan Krisna - Bhagawata Purana

KEMATIAN SÀLWA
Sàlwa adalah teman dari Úiúupàla. Ia memutuskan untuk membunuh para Yàdawa dan melakukan tapasya untuk tujuan tersebut. Ia berdoa kepada Úiwa setiap hari dan tirakat dengan memakan segenggam debu setiap harinya. Hal ini dilakukannya selama setahun penuh. 

Siwa dan Daksa - Bhagawata Purana


ÚIWA DAN DAKÛA
Bertahun tahun yang lampau, tersebutlah sebuah yajña dilakukan dengan dihadiri oleh para dewa, åûi, pertapa dan semua mahluk ilahi. Semua tamu telah datang dan duduk ketika tiba-tiba Dakûa datang. 

Putri-putri Manu - Bhagawata Purana


PUTRI-PUTRI MANU
Sebagaimana telah diceritakan di depan bahwa Swàyambhù Manu memiliki tiga orang putri yang bernama 1. Àkùti, 2. Dewahùtì dan 3. Prasùtì. Dan kita telah menyimak kisah Dewahùtì.

Senin, 28 Mei 2012

KRISNA PULANG KAMPUNG

KÅÛÓA KE DWÀRAKA



Setelah perang Kurukûetra berakhir, Yudhiûþhira, saudara tertua dari para Pàóðawa kemudian diangkat menjadi raja. 

Minggu, 27 Mei 2012

Resi Wedawyasa - Bhagawata Purana

ÅÛI WEDAWYÀSA

Åûi Wedawyàsa memiliki seorang putra bernama Úukadewa. Úukadewa adalah seorang åûi yang hebat. Beliau adalah åûi yang terpelajar dan terbebas tidak terikat oleh segala ilusi duniawi. Namun beliau tidak pernah memperlihatkan kehebatannya, jadi kebanyakan orang-orang menganggapnya bodoh dan gila.


Senin, 21 Mei 2012

Bhagawata Purana Versi Lain

Dalam Bhagawata Purana, diceritakan: 









Uddhawa Dan Widura



Inkarnasi Wiûóu Sebagai Waràha (Babi Hutan)
Kardama Dan Dewahùtì



Dhruwa
Wena Dan Påthu
Para Praceta Dan Purañjana
Priyawrata Dan Keturunannya
Bharata 


Ajàmila
Indra Dan Wåtra




Dharma
Manwantara
Cerita Tentang Sang Gajah



 

Keturunan Ikûwàku

Candra Waýúa
Paraúuràma
Duûyanta Dan Úakuntalà
Pembangunan Kota Dwàraka
Kàlayawana
Permata Syamantaka
Narakàsura
Kematian Rukmì
Wana















Kebajikan Bhàgawata Puràóa 
      Bhàgawata puràóa adalah puràóa yang paling suci di antara naskah puràóa yang ada. Bagi puràóa lain, atau jika dibandingkan dengan puràóa lain, jika ibarat sungai maka Bhàgawata puràóa adalah sungai Gaògà, Wiûóu di antara para dewa dan kota Kàúì di antara tempat suci. Mereka yang memuja Wiûóu akan menyucikan puràóa ini. Naskah ini adalah naskah yang perlu untuk dipelajari, didengarkan dan dipahami dengan mendalam. Pada bulan Bhadra, naskah ini harus disempatkan di tempat yang suci dan di hari sesajen. Orang yang melakukan semua itu akan mendapatkan pahala yang abadi. Sedangkan puràóa yang lain dipuja, jika seseorang tidak mengetahui Bhàgawata puràóa.
Setelah membaca Bhàgawata puràóa ini, kami persembahkan sujud yang sedalam-dalamnya pada Wiûóu.
(Akhir dari Bhàgawata Puràóa versi lain)