Halaman

Jumat, 01 Juni 2012

Kematian Rukmi - Bhagawata Purana

KEMATIAN RUKMÌ
Rukmì, sebagaimana yang telah kita ketahui, telah memilih tinggal di Kota yang bernama Bhojakaþa.

Narakasura - Bhagawata Purana

NARAKÀSURA
Seorang àsura yang bernama Narakàsura tinggal di kota Pragjyotiûapura. Ia adalah putra dewi bumi. Àsura ini begitu sakti hingga ia berhasil mengusir Indra dari surga dan merampas anting dan payung kebesarannya. Indra kemudian pergi dan mengadukan hal itu pada Kåûóa.

Rukmi dan Rukmini - Bhagawata Purana

RUKMÌ dan RUKMIÓÌ  
Ada seorang raja yang bernama Bhìûmaka yang memerintah di kerajaan Widarbha. Beliau memiliki seorang putra dan seorang putri. Yang tertua, yaitu anak lakinya bernama Rukmì dan yang putri bernama Rukmìóì.

Raksasa Kalayawana -Bhagawata Purana

KÀLAYAWANA
Setelah itu, Kåûóa kemudian memutuskan untuk melakukan sesuatu terhadap Kàlayawana. Kàlayawana adalah raksasa yang amat sakti. Dan untuk menaklukkan raksasa ini, Kåûóa merencanakan sebuah trik. Ia mendatangi Kàlayawana seorang diri. 

Dusyanta & Sakuntala - Bhagawata Purana

Duûyanta DAN ÚAKUNTALÀ
Salah satu leluhur raja Parìkûit adalah raja Duûyanta. Dan pada suatu hari, Duûyanta pergi untuk berburu. 

Parasurama - Bhagawata Purana

PARAÚURÀMA
Kerajaan Haihaya dipimpin oleh seorang raja yang bernama Arjuna. Ia juga diberkati oleh åûi Dattàtreya dengan memiliki seribu tangan dan tidak terkalahkan dalam perang.

Candra Wamsa - Bhagawata Purana

CANDRA WAÝÚA
Båhaspati adalah guru dari para dewa dan istri beliau bernama Tara. Sedangkan di pihak lain, Soma adalah putra åûi Àtri.

Keturunan Ikswaku - Bhagawata Purana

KETURUNAN IKÛWÀKU
Ikûwàku memiliki seratus orang putra, yang tertua diantara mereka adalah Wikukûi, Nimi dan Nandaka.

Wana - Bhagawata Purana

WANA
Raja dari pada para Àsura adalah Wali, yang memiliki seratus orang putra. Putra sulungnya bernama Wàóa yang sangat setia memuja Úiwa dan memerintah di kota Úoóitapura. Wàóa telah membuat Úiwa berkenan padanya hingga beliau berkenan menjaga kota kerajaan itu.

SYAMANTAKA - Bhagawata Purana

PERMATA SYAMANTAKA
Ada seorang Yàdawa yang bernama Satràjit. Ia amat setia memuja dewa Sùrya, dewa matahari. Sùrya yang berkenan atas pengabdian Satràjit kemudian menganugrahkan permata Syamantaka yang ajaib. 

Kota Dwaraka Dibangun - Bhagawata Purana

KOTA DWÀRAKA
Kamúa adalah seorang raja yang amat kejam sehingga Kåûóa terpaksa membunuhnya. Kaýsa memiliki dua orang istri yaitu Asti dan Pràptì dan mereka adalah putri dari Jaràsandha, raja Magadha. 

Kamis, 31 Mei 2012

Dharma - Bhagawata Purana

DHARMA
Menurut Weda, ada empat kelompok atau golongan masyarakat sesuai dengan tugas masing-masing. 
  1. Para bràhmaóa adalah mereka yang mempelajari dan melaksanakan segala perintah Weda. 
  2. Para kûatriya adalah pelindung dunia. 
  3. Waiúya adalah mereka yang melakukan bidang pertanian dan perdagangan. 
  4. Sedangkan para Úùdra adalah mereka yang melayani ketiga kelompok di atas.


Selain itu juga ada empat àúrama (tahap kehidupan) yang dinyatakan dalam Weda. 
  1. Yang pertama adalah Brahmacarya atau saat menuntut ilmu 
  2. yang kedua Gåhastha, tingkatan berumah tangga. 
  3. Ketiga adalah Wànaprastha, yaitu masa mempelajari spiritual dan tinggal di hutan. 
  4. Dan yang terakhir adalah Bhikûuka atau Saònyàsa yaitu tingkatan menjadi pertapa.

Sukanyà dan Cyawana - Bhagawata Purana

SUKANYÀ DAN CYAWANA
Putri dari Úaryati adalah Sukanyà. Wanita ini sangat cantik dan memiliki kelopak mata bagaikan bunga teratai.

Gajah inkarnasi seorang Raja - Bhagawata Purana

CERITA TENTANG SANG GAJAH
Ada sebuah pegunungan yang indah bernama Trikuta. Gelombang samudra menyentuh kaki gunung ini. Di pegunungan ini terdapat hutan yang lebat. Dan di hutan itu tinggallah raja gajah. Ia menguasai semua binatang di hutan ini.

Manwantara - Bhagawata Purana

MANWANTARA
Setiap manwantara adalah sebuah era / jaman. 
Setiap empat belas manwantara membentuk satu kalpa. 
Alam semesta ini mengalami daur ulang setiap satu kalpa. 

Rabu, 30 Mei 2012

Indra melakukan Aswameda Yadnya (Bhagawata Purana)

INDRA DAN WÅTRA
Pada suatu waktu, Indra sedang duduk di singgasananya dan para dewa yang lain duduk mengelilingi beliau. Para gandharwa menyanyi dan para apsara menari.

Inkarnasi Wisnu - Bhagawata Purana

INKARNASI WIÛÓU SEBAGAI WARÀHA (Babi Hutan)
Maitreya kemudian melanjutkan ceritanya.
Manu dan Úatarùpa kemudian menemui Brahmà dan berkata “Tuan, kami belum mempunyai tempat tinggal. Seluruh dunia dipenuhi dengan air. Bumi tenggelam dalam air itu.”

Ajamila ditolong Dewa Wisnu - Bhagawata Purana

AJÀMILA
Akan tetapi tanpa menunggu masuk neraka, seorang pendosa bisa melakukan penebusan dosa-dosanya. Dan cara terbaik untuk melakukan penebusan dosa adalah dengan mengulang-ulang nama Wiûóu. Sebagai contohnya adalah kisah tentang Ajàmila di bawah ini.

Bharata - Bhagawata Purana

BHARATA
Bhàrata memiliki permaisuri yang bernama Pañcajanì. Bharata memerintah dengan adil dan bijaksana. Ia melakukan berbagai upacara yajña. Setelah memerintah cukup lama, maka ia menyerahkan kerajaan pada putra-putranya lalu pergi untuk menjadi seorang pertapa. Ia tinggal sendirian di sebuah àúrama di pinggir sungai Gaóðakì dan berdoa kepada dewa Wiûóu untuk mendapatkan pencerahan.

Priyawrata dan keturunannya - Bhagawata Purana

PRIYAWRATA DAN KETURUNANNYA
Priyawrata sebenarnya tidak memiliki keinginan yang sungguh-sungguh untuk menjadi raja. Namun ayahnya Swàyambhù Manu, gurunya Brahmà dan åûi Nàrada berhasil meyakinkannya bahwa tidak ada salahnya seseorang menjadi raja. Karena ini bukanlah jaminan bahwa seseorang akan terikat dan terjerat oleh ilusi dunia. Maka Priyawrata kemudian benar-benar menjadi raja dan menikah dengan Warhiûmati.