Halaman

Selasa, 08 Mei 2012

Brahmanda Purana

Brahmàóða Puràóa

Dalam daftar yang terdapat pada Kùrma Puràóa, Puràóa yang kedelapan belas ini dinamakan “Vàyavìya Brahmàóða”, “Puràóanya telor-telor/planet-planet Brahman yang diwedarkan oleh Sang Hyang Vàyu”, dan adalah mungkin bahwa Brahmàóða yang asli adalah sebuah versi lain dari Vàyu Puràóa yang lebih tua. 

Brahma Purana

Brahmà Puràóa

Brahmà Puràóa atau Puràóa dewa Brahmà. Berdasarkan jumlah dan daftar dari seluruh Puràóa, Brahmà Puràóa dinamakan juga Àdi Puràóa yang berarti “Puràóa yang pertama”. 

Narada Purana

Båhannàradìya-Puràóa (Puràóa Agung Maharûi Nàrada)

Umumnya ia dinamakan demikian untuk membedakannya dengan Nàrada atau Nàradìya Upapuràóa. Akan tetapi ada yang meragukan bahkan apakah Båhannàradìya Puràóa pantas untuk dimasukkan ke dalam Mahàpuràóa (Puràóa yang kuno) karena secara murni adalah sebuah naskah sektarian, yang di dalamnya Úùta mengulangi percakapan atara mahàrûi Nàrada dan Sanatkumàra, dan Maharûi Nàrada muncul dalam karakter sebagai seorang guru Viûóubhakti, penyembahan Viûóu yang saleh. 

AGNI PURANA

Agni Puràóa

Agni Puràóa atau Àgneya, dinamakan demikian karena dianggap merupakan wejangan Sang Hyang Agni kepada Maharûi Vasiûþha. Puràóa ini menggambarkan inkarnasi (Avatàra) Sang Hyang Viûóu. di antaranya adalah Úrì Ràma dan Úrì Kåûóa, dan tidak dapat diragukan lagi sejalan dengan ceritra Ràmàyaóa, Mahàbhàrata dan Harivaýúa. 

Lingga Purana - Laingga Purana

Liòga atau Laiòga Puràóa

Puràóa ini diberi nama Liòga yang muncul sebagai sebuah simbol mistik dari Sang Hyang Úiva dalam wujud-Nya sebagai sakala (berwujud) dan niûkala (tidak berwujud). Ada sebuah cerita yang agak rancu tentang asal-usul tentang pemuja Liòga. Pada suatu hari ketika kunjungan Sang Hyang Úiva ke hutan aúrama åûi Devadaru, para istri pertapa itu jatuh cinta kepada devatà itu (Sang Hyang Úiva), yang selanjutnya dikutuk oleh para Muni. 

Selasa, 01 Mei 2012

Bhavisya Purana Versi Lain

BHAVIÛYA PURÀÓA

PROLOG
Diceritakan åûi Vedavyàsa memiliki seorang murid yang bernama Úatànìka. Para åûi mendatangi Úatànìka dan berkata, “Kami sangat ingin mempelajari tentang berbagai jenis tata susila. Anda adalah siswa seorang Åûi agung seperti Vedavyàsa dan anda tentu telah mempelajari berbagai kebijaksanaan dari beliau. Mohon ceritakanlah kepada kami tentang pengetahuan suci tersebut”

Serba Serbi 18 Purana dan Upapurana

MENGENAL PURÀÓA


I. PENDAHULUAN

II. PENGERTIAN DAN MASA PENYUSUNAN KITAB-KITAB PURÀÓA